Minggu, 11 Januari 2015

BAB 9





Media Dan Masyarakat

Usai membaca buku teori organisasi khususnya pada Bab 9,media dan masyarakat ,h.479-491 dengan review media panas dan dingin.
Diketahui media dan masyarakat sangat erat kaitannya karna media sangat menyangkut tentang surat,kabar,majalah,flim,radio,televisi san masyarakat.
Menurut Denis Mcquail(2000) media massa sangat penting untuk berbagai kepentingan,mengkontruksi pengetahuan masyarakat luas,membentuk opini masyarakat,membentuk nilai masyarakat dan membentuk wacana didalam masyarakat.
Maka terjadilah bentuk kontruksi sosial yang dilakukan oleh media massa,penciptaan realitas yang merupakan ruang subjektivitas disaat mengontrol media massa.
Teknologi tersebut secara fungsional telah menguasai masyarakat seperti kita ketahui beberapa sistem sosmed.
Ini adalah kenyataan hidup sebuah dunia maya dimana teknologi media televisi dibangun oleh orang - orang media juga untuk mempengaruhi oleh lingkungan disekitar kita dengan nilai kebiasaan dunia periklanan dan kecanggihan teknologi elektronik.
Kalau saya baca juga didalam buku Morissan adanya pembagian 2 media yaitu media panas dan dingin yang bisa kita uraikan media panas bisa disebut media yang tidak menuntut perhatian besar dari pendengar yang bisa diterima oleh indra manusia sedangkan media dingin merupakan media partisipasi audensi yang cukup besar.

9.2 TEORI AGENDA SETTING

Istilah “agenda setting” diciptakan oleh Maxwell McCombs dan Donal Shaw (1972, 1993) dua peneliti dari Universitas North Carolina, untuk menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum (pemilu) yang telah lama diamati dan di teliti oleh kedua sarjana tersebut. “The mass media not successful in telling us what to think, but they are stunningly successful us what to think about” (media massa mungkin tidak berhasil mengatakan pada kita apa yang harus di pikirkan, tetapi mereka sangat berhasil kepada kita hal-hal apa saja yang harus kita pikirkan).
Dalam hal ini, McCombs dan Shaw tidak menyatakan bahwa media secara sengaja berupaya mengaruhi publik, tetapi publik melihat kepada para profesional yang bekerja pada media massa untuk meminta petunjuk kepada media ke mana publik harus menfokuskan perhatiannya. Dalam tulisannya Lippmann menjelaskan bahwa media bertindak sebagai ; “A mediator between the word outside and the pictures in hour heads” (perantara antara dunia luar dan gambaran di kepala kita).




9.2.1 Tahap Agenda Setting

Karen siuen dan Ole Borre (1975) melakukan penelitian untuk mengetahui kompleksitas agenda – setting dalam pemilu di Demark. Siune dan Borre menemukan tiga jenis pengaruh agenda setting yaitu:
1)      Representasi. pengaruh pertama di sebut dengan “representasi” yaitu ukuran atau drajat dalam hal seberapa besar agenda media atau apa yang di nilai penting oleh media dapat menggambarkan apa yang dianggap penting oleh masyarakat (agenda publik).
2)      Persistensi. Pengaruh kedua adalah mempertahankan kesamaan agenda antara apa yang menjadi isu media dan apa yang menjadi isu publi, ini tersebut dengan “persistensi”.
3)      Persuasi. Pengaruh ketiga terjadi ketika agenda media memengaruhi agenda publik yang disebut dengan “persuasi”.
Menurut Everett Rogers dan James Dearing (1988) agenda setting merupakan proses linear yang terdiri atas tiga tahap yang terdiri atas agenda media, agenda publik, agenda kebijakan.

9.2.2 Penentuan Agenda Media

Pandangan lain dari Stephen Resse (1991) menyatakan, bahwa agenda media merupakan hasil tekanan (pressure) yang berasal dari luar dan dari dalam media itu sendiri. Dengan kata lain, agenda media sebenarnya terbentuk berdasarkan kombinasi sejumlah faktor yang memberikan tekanan kepada media seperti proses penentuan program internal, keputusan redaksi dan manajemen serta berbagai pengaruh eksternal yang berasal dari sumber nonmedia seperti pengaruh individu tertentu, pengaruh pejabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar